PENAJAM – Persiapan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser mulai memasuki tahap krusial. Bukan hanya soal kesiapan atlet, tetapi juga perburuan penginapan yang kian ketat.
Keterbatasan hotel dan guest house di Kabupaten Paser membuat KONI PPU harus menyiapkan skema alternatif agar sekitar 1.100 atlet, pelatih, ofisial, dan manajer tetap mendapatkan tempat menginap selama ajang yang berlangsung pada 14–27 November 2026.
Ketua KONI PPU Arfan mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar hotel di sekitar venue pertandingan telah lebih dulu dipesan kontingen dari daerah lain.
“Kalau mengandalkan hotel, tentu tidak cukup. Waktu kami survei ke Paser, banyak hotel dan guest house yang sudah dibooking daerah lain seperti Samarinda dan Balikpapan,” ujarnya, Sabtu (4/7).
Sebagai langkah antisipasi, KONI PPU menyiapkan dua opsi akomodasi. Selain memesan sekitar 40 kamar hotel dan guest house dengan kisaran tarif Rp350 ribu per malam, pihaknya juga membidik rumah kosong milik warga.
Rumah-rumah tersebut rencananya akan disewa dengan tarif sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per hari, atau menggunakan skema pembayaran sekitar Rp100 ribu per orang.
Arfan menjelaskan, sistem tersebut juga akan dipadukan dengan pola rolling atlet. Atlet yang telah menyelesaikan seluruh pertandingan akan dipulangkan ke PPU, sehingga kamar yang ditinggalkan dapat digunakan atlet dari cabang olahraga lain yang baru akan bertanding.
“Jadi tidak semua atlet menginap selama pelaksanaan Porprov. Yang tinggal penuh selama 13 hari hanya pengurus inti, sementara atlet disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing,” jelasnya.
Meski skema akomodasi telah disusun, KONI PPU belum dapat mengamankan penginapan karena masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah daerah.
Sebelumnya, KONI mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp12 miliar. Namun setelah dilakukan penyesuaian, kebutuhan riil dihitung sekitar Rp8,5 miliar.
“Kami berharap bulan Juli sudah ada kepastian. Kalau terlambat memberikan uang muka sekitar 10 sampai 20 persen, penginapan yang sudah kami incar bisa diambil daerah lain,” tuturnya.
“Padahal kami juga harus mulai memesan perlengkapan kontingen yang prosesnya memerlukan waktu sekitar dua bulan,” pungkasnya. (Lln)
